FGD Dorong Perbankan Beri Kemudahan Pinjaman Untuk UMKM di Sumbar

Forum Group Discussion di Adinegoro Room, Gedung Graha Pena, Padang, Kamis sore.
Forum Group Discussion di Adinegoro Room, Gedung Graha Pena, Padang, Kamis sore. (Papah Alika for KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sebuah forum diskusi yang bernama Forum Group Discussion (FGD) meminta serta mendorong pihak perbankan untuk memberikan kemudahan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) di Sumbar yakni, memberikan pinjaman dan tidak mempersulit prosesnya.

Pakar Ekonomi Mikro Universitas Bung Hatta, Syafrizal Can mengatakan, pemerintah dan perbankan harus bersinergi dalam mensukseskan program KUR. Program harus bisa dirasakan pelaku usaha hingga ke pelosok negeri.

baca juga: Hotel Indria Bukittinggi Terbakar

“Harus sampai ke desa/nagari jangan hanya terfokus di kota saja,” katanya saat FGD di Gedung Graha Pena Padang, Kamis 20 Oktober 2016.

Menurut Syafrizal, pemerintah harus bisa memberikan suku bunga yang rendah kepada pelaku UMKM , agar usaha meraka bisa berkembang. “Di luar negeri seperti Thailand, Singapura dan Malaysia bisa memberikan suku bunga dibawah 5 persen, sedangkan di Indonesia baru berkisar 7 persen,” sebutnya.

baca juga: Empat Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19, Total Jadi 42

Sementara, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar , Budi Syukur meminta perbankan menyediakan basis data pelaku UMKM yang telah memanfaatkan perbankan untuk penambahan modal usaha. Dengan begitu, pemerintah atau pendamping UMKM bisa menganalisa persoalan kredit macet.

"Kasihan kita dengan pelaku UMKM dengan terjadinya kredit macet karena mereka tidak bisa lagi meminjam ke bank,” katanya.

baca juga: 10 Kementerian dan Lembaga Negara Tandatangani MoU, Percepat Fasilitasi Sertifikasi Halal Pelaku UMK

Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi Sumbar , Zirma Yusri meminta kabupaten/kota aktif dalam pembinaan koperasi dan memberikan pendampingan dalam mendapatkan bantuan modal kepada pelaku UMKM

"Dinas di kabupaten kota harus aktif memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, terutama untuk mendapatkan dana KUR,” imbaunya.

baca juga: Bangkitkan UMKM di Tengah Pandemi, Pertamina Gulirkan Program Kemitraan Pinky Movement

Sebelumnya, sulitnya proses pengurusan untuk mendapatkan dana KUR pernah dirasakan Husni Tamrin (42), salah seorang pelaku usaha di Padang. Ia menyampaikan, saat memberanikan diri datang ke salah satu bank di Padang untuk mendapatkan pinjaman, namun harapannya kandas karena sulitnya proses.

“Untuk bertemu pegawainya saja, satpam bilang karyawan lagi sibuk,” keluhnya saat menyampaikan pengalaman pada Forum Group Discussion (FGD) di Adinegoro Room tersebut.

Dia melanjutkan, akhirnya berkat adanya pendampingan dari Dinas Koperasi untuk pelaku usaha, akhirnya dia mendapat bantuan dan bisa menjalankan usahanya kembali dengan lancar.

Koordinator UMKM Padang Taufik mengatakan, saat ini terdapat 72 ribu lebih UMKM di Padang, namun belum berkembang sacara maksimal. Penyebabnya adalah keterbatasan modal usaha, SDM yang masih tergolong rendah dan pengelolaan mutu produk.

Untuk itu dirinya berharap perbankan bisa memberikan kemudahan para pelaku UMKM agar mendapatkan penambahan modal dari dana KUR. "Perbankan memang sering mempersulit proses peminjaman, contohnya dalam keabsahan isin usaha sebagai syarat peminjaman,” katanya.

FGD ini sendiri dimoderatori oleh Pimred Padang Ekspress, Nashrian Bahzein dengan mendatangkan tiga narasumber yakni Syafrizal Can (Pakar Ekonomi Mikro Universitas Bung Hatta), Budi Syukur (Wakil Ketua Kadin) Sumatera Barat dan Zirma Yusri (Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi Sumbar ) serta diikuti oleh para pelaku UMKM di Sumbar .

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto