Lulusan S2 UNP ini Resign Jadi Dosen karena Risoles

Awalnya Aulia berjualan risoles di depan rumahnya menggunakan etalase.
Awalnya Aulia berjualan risoles di depan rumahnya menggunakan etalase. (Istimewa)

PADANG PANJANG KLIKPOSITIF - Aulia Devi Yanti sudah menjadi Dosen Bahasa Indonesia di salah satu perguruan tinggi di Solok pada 2013 lalu. Saat libur, ia mengisi jadwal kosong dengan menjual gorengan di depan rumah di Padang Panjang dan memanfaatkan etalase pemberian orang. Dengan modal sekitar Rp200 ribu, ada beberapa jenis gorengan yang ia jual waktu itu, salah satunya risoles.

"Ternyata risoles ini paling banyak diminati pembeli," ujarnya kepada KLIKPOSITIF, Senin, 24 Oktober.

Kala itu, rata-rata pendapatannya sehari sekira Rp 300 ribu. Di bulan kedua ia berani memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai dosen dan memilih fokus membuat risoles. Pemasukan yang ia kumpulkan lewat berjualan di depan rumah itu kemudian ia gunakan untuk menyewa toko yang harga sewanya Rp600 ribu per-bulan. Selain di toko, ia juga menyewa tempat di pasar dan menjual langsung dagangannya setiap ada acara di Gelanggang Olah Raga Padang Panjang.

"Untuk mulai buka usaha dengan modal kecil ya gini caranya. Kita kumpulkan modal secara perlahan-lahan," tuturnya.

Aulia mengaku belajar membuat risoles secara otodidak lewat internet. Butuh waktu 6 bulan baginya sampai menghasilkan produk yang pas dan tidak mengalami kesalahan (error) lagi. Perlahan-lahan ia mulai merekrut karyawan dan mengembangkan risolesnya ke dalam beberapa varian.

Pada 2014, ia membuka restoran dengan merk "Risoles Kamboja" di Padang Panjang yang menawarkan berbagai varian risoles serta beberapa menu lainnya. Pada tahun yang sama ia juga membuka pabrik khusus produksi. Karyawannya makin bertambah. Hingga kini ia punya 15 karyawan yang membantunya di pabrik dan resto.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang memproduksi risoles jadi, mulai tahun 2014 ia memproduksi "frozen risoles" yang berarti setengah jadi dan konsumen menggorengnya lagi di rumah. Namun jika ingin mencicipi risoles yang sudah matang, anda juga bisa datang langsung ke restoran. Rata-rata, kata Aulia, ia memproduksi 300 sampai 400 risoles per-hari tergantung permintaan. Kini ia punya 6 agen yang tersebar di Padang, Pekanbaru, Bukittinggi dan Pasaman.

[Satria Putra]

Baca Juga

Penulis: Elvia Mawarni