Emas Dunia Kembali Melemah Dampak Apresiasi Dolar

emas
emas (net)

KLIKPOSITIF - Harga emas dunia mengalami pelemahan akibat dolar AS dan imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi. Dilansir dari CNBC, Jumat (8/1/2021) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 1.913,87 dolar AS per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,3 persen menjadi 1.913,60 dolar AS per ounce. Harga tersebut sudah turun sebanyak 2,5 persen setelah mencapai level tertinggi sejak 9 November.

baca juga: Miliki Harga Jual Jutaan Rupiah per Kilogram, Begini Tips Tanam Emas Hijau di Rumah

"Imbal hasil yang lebih tinggi menarik beberapa pelarian untuk mengamankan uang keluar dari pasar emas ," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

"Tetapi, kendati apresiasi dolar membebani emas , penguatan greenback kemungkinan akan "berumur pendek," ujar dia.

baca juga: Penataan dan Pengembangan Pasar Jadi Prioritas, Pemko Padang Panjang Tertibkan PKL

Indeks Dolar (Indeks DXY) rebound dari level terendah multi-tahun, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan anggota Senat Amerika memicu ekspektasi inflasi karena investor menaikkan spekulasi untuk lebih banyak stimulus fiskal, sementara Kongres AS mensertifikasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Logam non-imbal hasil itu dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang kemungkinan dipicu oleh langkah-langkah stimulus yang lebih luas.

baca juga: Produksi Berkurang, Harga TBS Sawit Melejit di Padang Pariaman

Logam lainnya, perak turun 0,5 persen menjadi 27,16 dolar AS per ounce. Platinum melejit 1,4 persen menjadi 1.117,06 dolar AS per ounce, sementara paladium melemah 0,6 persen menjadi 2.423,82 dolar AS per ounce.

Editor: Ramadhani