Miliki Harga Jual Jutaan Rupiah per Kilogram, Begini Tips Tanam Emas Hijau di Rumah

Olahan makanan menggunakan vanili. Bahan dari perasa ini yakni vanili memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Olahan makanan menggunakan vanili. Bahan dari perasa ini yakni vanili memiliki nilai ekonomi yang tinggi. (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Tanaman vanili atau yang dikenal dengan nama ilmiah Vanilla Planifolia memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pada 2018 lalu, vanili kering per kilogramnya dibanderol hingga Rp10 juta. Wajar tanaman vanili disebut sebagai tanaman emas hijau.

baca juga: Jadi Komut PT KAI, Jubir Said Aqil Siradj: Gajinya Digunakan Untuk Sedekah

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Hendy Jatnika, harga per kilogram biji kering vanili saat ini mencapai Rp 5 juta. Tak ayal tanaman berdaun tunggal inipun mulai banyak dilirik masyarakat.

Namun, Hendy menyarankan agar masyarakat yang ingin membudidayakan tanaman vanili tidak sembarangan. Pasalnya, tanaman ini termasuk tanaman yang cukup sulit dirawat.

baca juga: Menkes Sebut Hal Ini Sebagai Tantangan Terbesar Vaksinasi Covid-19

Kendalanya, kata dia, biasanya muncul berbagai jenis penyakit yang menyerang tanaman vanili. Secara umum penyakit itu disebabkan oleh jamur lantaran lembabnya suhu di area tempat tanam. Sehingga budidaya vanili pun berujung gagal.

Hendy mengatakan sebaiknya mengkonsultasikan dulu dengan Dinas Perkebunan di daerah masing-masing untuk dilakukan pendampingan bagi warga yang berminat membudidaya vanili.

baca juga: Ingat Jangan Sembarangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19 di Medsos, Ini Alasannya

"Tentunya pertama kita tanya dulu ke Disbun kabupaten terkait kecocokan lahannya karena tidak bisa asal tanam misalkan dari ketinggian untuk tanaman vanili yang cocok gimana," kata Hendy kepada Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com, Rabu (20/1/2021).

Tanaman vanili cocok dibudidaya di dataran rendah dengan curah hujan yang tidak terlalu tinggi dan iklim udara yang agak panas di kisaran 35-40 derajat celsius.

baca juga: 40 Hari Jelang Ramadan, Ini Pesan Presiden

Sebetulnya, kata dia, di era digital tidak terlalu sulit untuk mendapat informasi atau pengetahuan tentang tata cara budidaya tanaman vanili.

Hendy mengatakan asupan informasi bisa didapat melalui jurnal-jurnal ilmiah yang sudah dipublikasi ataupun melalui kanal YouTube.

"Kalau petani milenial bisa akses lewat internet seperti YouTube juga banyak, kemudian ada lewat jurnal juga forum-forum sudah banyak sekarang," jelasnya.

Selain itu, Hendy pun mengatakan penting bagi pembudidaya untuk mengetahui bibit tanaman vanili yang sudah berlabel. Pasalnya, kata dia, kalau asal tanam tentu pertumbuhan akan tidak maksimal dan malah lama berbuah.

"Bisa ke Disbun Jabar penangkar mana yang sudah menghasilkan benih berkualitas dan bermutu itu kan ada labelnya jadi benih tidak benih asalan. Karena kita pembenihan juga dari pohon indukan yang sudah kita tetapkan," tukasnya.

Disbun Jabar pun untuk tahun ini tengah menyiapkan benih gratis untuk area 15 hektar. Skemanya, kata dia, petani hanya tinggal mengajukan melalui Disbun Kabupaten untuk bisa mendapatkan bantuan benih dari Disbun Jabar.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri