Ditengah Pandemi, Masyarakat di Pessel Ini Raup Puluhan Juta Rupiah per Hari dari Panen Durian

Masyarakat di Nagari Taratak Tampatih saat mengakut hasil panen durian
Masyarakat di Nagari Taratak Tampatih saat mengakut hasil panen durian (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Sebulan terakhir, pendapatan masyarakat di Nagari Taratak Tampatih, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat meningkat drastis karena hasil buah durian .

Pasalnya, di tengah langka pengeluaran buah durian di sejumlah wilayah, di nagari ini hasilnya justru tumpah ruah dengan hasil panen per pertani mencapai puluhan juta rupiah per hari.

baca juga: Ingin Jadikan Air Terjun Talago Indah Sebagai Destinasi Wisata, Ini Langkah Wali Nagari Paninjauan

"Alhamdulillah perhari bisa dapat Rp10 juta. Paling rendahnya Rp 6 juta," ungkap Ison (49) salah seorang petani durian setempat pada KLIKPOSITIF , Senin 16 Februari 2021, lalu.

Sebagai petani, dengan hasil pendapatan yang besar, dalam satu hektar lahan Ison memiliki hampir 130 tanaman batang durian . Dari jumlah batang yang banyak ini, ia mampu memanen durian hingga 500 butir per hari.

baca juga: Jadi Komut PT KAI, Jubir Said Aqil Siradj: Gajinya Digunakan Untuk Sedekah

"Kalau kondisi saat ini sudah mulai turun menjadi 300 butir. Soal buahnya sudah mulai berkurang," terangnya.

Sementara itu, Sardi (41) salah seorang tauke durian mengakui, Nagari Taratak Tampatih termasuk salah satu nagari dengan pemasok durian terbanyak di Pessel . Sebab, per harinya selama musim ini, ia tembus membeli durian petani sebanyak 35 ribu butir.

baca juga: Menkes Sebut Hal Ini Sebagai Tantangan Terbesar Vaksinasi Covid-19

Sedangkan harga per butirnya sebesar Rp20 ribu. "Jadi ya bisa satu petani dapat untung Rp10 juta per hari. Karena hasil panennya sangat banyak dan ladangnya juga luas-luas," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri