Produksi Meningkat, Harga Minyak Dunia Jatuh

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Harga minyak mentah jatuh ke level terendahnya. Jatuhnya harga minyak ini terjadi setelah produsen OPEC Plus berencana melonggarkan pembatasan pasokan pada pertemuan pekan ini karena ekonomi mulai pulih dari krisis virus corona.

Dilansir dari CNBC, Rabu (3/3/2021) Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammad Barkindo, mengatakan prospek permintaan minyak terlihat lebih positif, terutama di Asia. Mendengar kabar tersebut minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional langsung ditutup merosot 99 sen, atau 1,6 persen menjadi 62,70 dolar AS per barel, settlement terendah sejak 12 Februari.

baca juga: Hari Kedua Ramadan, Harga Emas Mulai Naik

Brent anjlok sekitar 7 persen dari level tertinggi 13 bulan yang dicapai pekan lalu. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut 89 sen, atau 1,5 persen menjadi 59,75 dolar AS per barel, penutupan terendah sejak 19 Februari.

WTI turun sekitar 6 persen sejak 25 Februari ketika ditutup pada level tertinggi sejak Mei 2019. Reli minyak memudar di tengah ekspektasi Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya dalam kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus akan memproduksi lebih banyak minyak mulai April, mengurangi pemotongan pasokan tahun lalu.

baca juga: Insiden Kapal Evergreen di Terusan Suez, Otoritas Minta Ganti Rugi Rp 13 Triliun Lebih

"Pasar minyak akhirnya mencapai tahap yang mengisyaratkan pemulihan, karena ini adalah pertama kalinya dalam setahun di mana setiap orang memperkirakan OPEC Plus akan membawa lebih banyak output kembali ke pola produksi," kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak di Rystad Energy.

OPEC Plus, yang akan bertemu pada Kamis, dapat membahas kemungkinan pasokan sebanyak 1,5 juta barel per hari (bph) kembali ke pasar.Anggota OPEC Plus, Rusia, gagal meningkatkan output minyak pada Februari meski diberikan izin oleh kelompok tersebut. Sumber industri mengatakan cuaca musim dingin yang ekstrim menghambat pekerjaan.

baca juga: Terimbas Data Impor Cina, Minyak Dunia Bergerak Menguat

Editor: Ramadhani