Kisah Yoke Putra, Raup Untung Jutaan Rupiah Dengan Beternak Puyuh

Tampil sederhana, Yoke Putra saat ditemui di kandang puyuhnya di Kota Solok
Tampil sederhana, Yoke Putra saat ditemui di kandang puyuhnya di Kota Solok (Klikpositif)

Solok Kota, KLIKPOSITIF - Bosan menjadi karyawan di salah satu perusahaan di Pekanbaru, mengantarkan pemuda di kota Solok ini menjadi peternak puyuh. Dari usahanya itu, ia bisa meraih untung bersih sekitar 10 juta per bulan.

Yoke Putra, demikian namanya, pemuda lulusan ekonomi pembangunan Universitas Jambi (Unja) itu sibuk membersihkan kandang puyuh yang ada di samping rumahnya di kawasan Palacia, kelurahan Aro IV Korong, Kota Solok .

baca juga: PKSI Kota Solok Bantu Baju Hazmat Untuk Petugas BPBD

Dalam bangunan kandang berukuran lebih kurang 5x25 meter itu, berjejer kandang baterai berbahan kayu yang berisikan 10 ribu ekor puyuh.

"Seperti inilah kegiatan saya sehari-hari, membersihkan kandang memberi makan dan memungut telur puyuh," ungkapnya singkat saat menyambut KLIKPOSITIF di kandang puyuhnya.

baca juga: Kota Solok Kembali Raih KLA Kategori Madya

Dari usaha yang digelutinya sejak tiga tahun terakhir itu, Yoke bisa mendapatkan untung bersih sekitar 9-10 juta rupiah per bulannya. Tergantung harga telur dan produksi puyuh yang dipeliharanya.

Saat ini, dari 10 ribu ekor puyuh yang dipeliharanya bisa menghasilkan lebih kurang 8.500 butir telur. Produksinya terbilang tinggi atau mencapai 85 persen sehari.

baca juga: Usaha Kambing Hantarkan Hendra Saputra Wakili Kota Solok di Tingkat Provinsi

Awalnya, ide usaha puyuh yang dilakoni Yoke sempat ditentang orang tua. Seorang sarjana malah menjadi seorang peternak puyuh, namun dengan kegigihannya ia bisa meyakinkan orang tua.

"Sebelumnya, saya bekerja sebagai karyawan di perusahaan di Pekanbaru, sudah jenuh bekerja dengan orang lain akhirnya saya pulang kampung dan terlintas ide beternak puyuh," kisahnya.

baca juga: Wawako Solok : Generasi Muda Harus Tetap Produktif di Masa Pandemi

Untuk memulai usahanya itu, Yoke sempat belajar ke sejumlah peternak yang ada di Payakumbuh dan Batu Sangkar. Sekitar tahun 2017, dirinya memutuskan untuk memulai dengan 5 ribu ekor puyuh.

Usaha yang ditekuninya terus berkembang, dari 5 ribu ekor puyuh akhirnya terus berkembang dan sekarang jumlah puyuh yang dipeliharanya sudah mencapai 10 ribu. Bahkan, dari usahanya itu, Yoke juga merekrut seorang karyawan untuk membantunya.

"Alhamdulillah, dengan lahan yang tidak begitu luas dan pemeliharaan yang tidak begitu rumit, usaha ini sudah bisa menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan lainnya," paparnya yang tampak sederhana itu.

Bahkan, dari hasil sampingan berupa kotoran puyuh, dalam sebulan bisa mencukupi untuk menggaji seorang karyawan. Permintaan akan kotoran puyuh juga tinggi untuk pupuk tanaman sayur.

"Sekali tiga hari ada yang datang menjemput, sekitar 15 karung lebih sekali angkat dari uang itu sudah bisa membantu untuk membayar gaji karyawan," katanya.

Bagi Yoke, sarjana tidak harus menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS), akan tetapi banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan dan hasilnya bahkan lebih besar dari gaji pegawai dan tidak terikat dengan beragam aturan.

Editor: Syafriadi