Minyak Dunia Kembali Menguat, Terpicu Langkah Amerika

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Harga minyak dunia bergerak menguat. Kenaikan ini terjadi sebaga I dampak kabar Amerika yang mengatakan jika pihaknya mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran.

Dilansir dari CNBC minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak 73 sen, atau 1 persen menjadi 72,22 dolar AS per barel, tingkat tertinggi sejak Mei 2019. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melejit 82 sen, atau 1,2 persen menjadi 70,05 dolar AS per barel, level tertinggi sejak Oktober 2018.

baca juga: Tak Mau Ketergantungan Pasokan, Hyundai Akan Produksi Chip Semikonduktor

Amerika Serikat mengatakan kepada Iran agar membiarkan badan atom PBB untuk terus memantau kegiatannya, sebagaimana tercantum dalam perjanjian yang telah diperpanjang hingga 24 Juni, atau menempatkan perundingan yang lebih luas tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Teheran dalam bahaya.

Di China, data yang menunjukkan impor minyak mentah anjlok 14,6 persen pada Mei secara tahunan membebani kontrak berjangka. Harga minyak mentah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan Brent melambung hampir 40 persen tahun ini dan WTI melesat lebih banyak lagi, di tengah ekspektasi permintaan yang tinggi ketika beberapa negara berhasil menjalankan program vaksinasi Covid-19.

baca juga: Turun Tipis Jelang Akhir Pekan, Emas Batangan Dijual Rp 926 Ribu Per Gram

Pengekangan pasokan oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya juga membantu menopang harga. Sementara itu, produksi minyak mentah Amerika diperkirakan turun 230.000 barel per hari (bph) pada 2021 menjadi 11,08 juta bph, tutur Badan Informasi Energi (EIA) AS, Selasa, penyusutan yang lebih kecil dari ekspektasi bulan lalu, yakni penurunan 290.000 bph.

Editor: Ramadhani