Industri Hulu Migas Catatkan Penerimaan Negara Rp96,7 Triliun

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Semester - I tahun 2021 sektor migas masih mencatatkan penerimaan negara sebesar US$ 6,67 Miliar atau setara Rp96,7 Triliun.

Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas ) Dwi Soetjipto, mengatakan tingginya penerimaan negara itu tidak terlepas dari harga minyak yang berangsur membaik setelah sempat jatuh di tahun 2020 lalu.

baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 1,3 Triliun untuk Pengolahan Limbah Medis

"Seperti juga dirasakan oleh sektor lain, pandemi Covid-19 memberikan tantangan yang cukup berat bagi industri hulu migas . Namun SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menghadapi pandemi ini dengan melakukan usaha-usaha yang kreatif. Syukur pada Semester - I tahun 2021 ini kami berhasil memberikan penerimaan negara yang optimal," ujar Dwi.

Dengan capaian saat ini, Dwi menyakini penerimaan negara dari sektor hulu migas pada akhir tahun 2021 akan mencapai sebesar Rp154 triliun.

baca juga: Terkendala Lahan, Pemko Pariaman Baru Kelurakan 5 Izin Prinsip Investasi Perumahan

Dwi menjelaskan, tingginya penerimaan negara tidak lepas dari harga minyak yang berangsur membaik setelah sempat jatuh di tahun 2020 lalu. "Harga ICP (Indonesian Crude Price) menunjukkan kenaikan, bahkan per Juni 2021 mencapai US$ 70,23/barel. Momentum ini akan kami gunakan secara maksimal untuk mendorong KKKS agar lebih agresif dalam merealisasikan kegiatan operasi," tambah Dwi.

Selain penerimaan negara yang berhasil mencatatkan capaian maksimal, capaian lifting migas juga mencatatkan hasil yang baik. Capaian lifting migas pada Semester I - 2021 rata-rata 1,64 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). Dari jumlah tersebut, lifting minyak sebesar 667 ribu barel minyak per hari (BOPD), atau 95% dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.430 MMSCFD dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 96%.

baca juga: 65 BUMNag di Tanah Datar Sudah Punya Modal Usaha, Pemda Sarankan Lirik Usaha Pertashop

Editor: Eko Fajri