65 BUMNag di Tanah Datar Sudah Punya Modal Usaha, Pemda Sarankan Lirik Usaha Pertashop

Bupati Eka Putra dan Kadis Nofenril sebelum sosialisasi peraturan tentang BUMNag
Bupati Eka Putra dan Kadis Nofenril sebelum sosialisasi peraturan tentang BUMNag (ist)

TANAHDATAR, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mencatat saat ini sudah berdiri sebanyak 75 unit Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dimana 65 BUMNag sudah aktif dan sudah ada modal usaha, dan 10 BUMNag lainnnya belum.

"Seluruh nagari di Kabupaten Tanah Datar sudah ada BUMNag, namun belum semua menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang diharapkan," ucap Kepala Dinas PMDPPKB Tanah Datar Nofenril saat sosialisasi PP Nomor 11 tahun 2021 tentang BUMDes di Pagaruyung, Rabu 28 Juli 2021.

baca juga: Transaksi Selasa Pagi, IHSG Kembali Bergerak Menguat

Nofenril menjelaskan akumulasi penyertaan modal dari Dana Desa untuk BUMNag di Tanah Datar sekitar Rp12 miliar terdiri diri sebanyak 40 BUMNag dengan modal kurang dari Rp200 juta, 25 BUMNag dengan modal antara Rp200 juta - Rp650 juta. Sementara 10 BUMNag belum punya modal usaha dari nagari.

Ia menyebut BUMNag di Tanah Datar bergerak pada kegiatan penyediaan barang dan jasa, bidang pariwisata dan souvenir, pertanian, peternakan dan pengelolaan air bersih atau minum.

baca juga: 196 Pelajar Ikuti Gebyar Vaksinasi Badunsanak Polres Tanah Datar

"Kita berharap BUMNag mampu berkembang dan berjalan dengan baik sehingga menghasilkan dana untuk meningkatkan pendapatan asli nagari," tutur Nofenril.

Hal senada juga disampaikan Bupati Tanah Datar Eka Putra, dimana dengan kehadiran BUMNag seyogyanya menjadi kekuatan ekonomi baru nagari.

baca juga: Riset Ungkap Mobil dengan Teknologi Modern Bisa Tekan Angka Kecelakaan

"BUMNag hendaknya bisa maju dan berkembang karena mengusung semangat kemandirian, kegotong-royongan, dan kebersamaan antara pemerintah nagari dan masyarakat setempat," tutur Eka.

Bupati menyebut tujuan pendirian BUMNag untuk meningkatkan pendapatan ekonomi nagari dan masyarakat melalui pengembangan aset-aset lokal dan potensi nagari lainnya.

baca juga: Harga Minyak Dunia Meningkat Akibat Gangguan Produksi Global

Ia mengharapkan para walinagari dan pengurus BUMNag harus jeli melihat peluang usaha yang menguntungkan salah satunya saat ini usaha Pertashop (lembaga penyalur Pertamina skala kecil).

"Usaha Pertashop belum ada di seluruh nagari. Usaha ini bisa menjadi salah satu pilihan, peluang usaha ini bisa diambil. Tentunya dengan kebutuhan modal yang lebih besar, bisa memanfaatkan keberadaan Bank Nagari," tutur Eka. (*)

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Eko Fajri