Catat, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa Debt Collector Saat Lakukan Penagihan ke Debitur

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan debt collector atau penagih utang untuk selalu membawa dokumen resmi saat menagih cicilan atau utang kepada debitur, agar citra industri pembiayaan lebih baik.

"Dalam pelaksanaan penagihan kendaraan, perusahaan harus memastikan bahwa petugas penagih telah dibekali beberapa dokumen," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank merangkap anggota Dewan Komisioner OJK, Riswinandi Idris, Senin (2/8/2021).

baca juga: Transaksi Selasa Pagi, IHSG Kembali Bergerak Menguat

Berikut dokumen yang wajib di bawah debt collector ketika menagih cicilan kepada debiturnya.

1. Dokumen yang Wajib Dibawa

baca juga: Riset Ungkap Mobil dengan Teknologi Modern Bisa Tekan Angka Kecelakaan

Adapun dokumen yang wajib dibawa debt collector adalah kartu identitas, sertifikat profesi, surat tugas, dan bukti jaminan fidusia.

"Dokumen tersebut harus senantiasa di bawah dan digunakan untuk memperkuat aspek legalitas atau hukum ketika upaya penarikan ini dilakukan," ujarnya.

baca juga: Harga Minyak Dunia Meningkat Akibat Gangguan Produksi Global

Dia tak menampik bahwa debt collector memiliki citra yang kurang baik di mata masyarakat karena sering melakukan penagihan dengan cara-cara yang tak sesuai dengan standar operasional, bahkan menggunakan kekerasan.

2. Debt Collector yang Melanggar Aturan Hukum akan Ditindak Tegas

baca juga: Emas Dunia Menguat Tipis Awal Pekan Ini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan menindak tegas perusahaan pembiayaan yang menggunakan debt collector yang melanggar aturan hukum .

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, bagi perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan akan disanksi mulai dari peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha.

"OJK akan menindak tegas perusahaan pembiayaan yang terbukti melanggar ketentuan yang berlaku. OJK telah memberi sanksi kepada sejumlah perusahaan pembiayaan yang tidak memenuhi ketentuan, baik berupa sanksi peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha," kata Sekar melalui pernyataan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (30/7/2021).

3. Wajib Menjadi Mitra dan Memiliki Sertifikat Profesi

OJK menegaskan kepada seluruh perusahaan untuk memastikan seluruh debt collector wajib memastikan telah menjadi mitra dan memiliki sertifikat profesi tertentu.

"Perusahaan pembiayaan yang menggunakan jasa debt collector wajib memastikan seluruh debt collector yang menjadi mitra perusahaan telah memiliki sertifikat profesi dan mengikuti peraturan perundang-undangan dalam proses penagihan kepada nasabah," ujarnya.

4. Pihak Kreditur Harus Lakukan Evaluasi

Meskipun pemerintah melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan memperbolehkan perusahaan pembiayaan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk menagih pembiayaan, perusahaan pembiayaan sebagai pihak kreditur harus senantiasa melakukan evaluasi atas kebijakan dan prosedur penagihan yang dilakukan oleh pihak ketiga.

"Jika memang diperlukan, perusahaan pembiayaan boleh memberikan sanksi tegas kepada pihak ketiga yang melanggar peraturan," jelasnya.

Editor: Eko Fajri