Jelang HUR RI, Pedagang Bendera di Padang Pariaman dan Pariaman Mulai Raup Untung Ditengah Pandemi

Bujang
Bujang (rehasa)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Pedagang musiman bendera merah merah putih di Kabupaten Padang Pariaman dan kota Pariaman-Sumbar mulai "diserbu" pembeli.

Hal tersebut berkaitan dengan peringatan HUT RI serta instruksi Bupati Padang Pariaman terkait pedoman peringatan HUT RI ke 76 di Padang Pariaman.

baca juga: Riset Ungkap Mobil dengan Teknologi Modern Bisa Tekan Angka Kecelakaan

Dalam instruksi itu pada poin B nomor 1 tertulis, mengimbau pemerintah desa, badan usaha, organisasi non pemerintah serta masyarakat untuk memasang bendera, umbul-umbul, poster, spanduk baliho, dekorasi atau hiyasan lainnya.

"Ia, alhamdulillah sudah banyak warga atau pejabat yang beli bendera. Ada di antara mereka yang mengatakan bahwa wajib memasang antribut karena perintah atasan," ungkap Bujang, pedagang bendera di kawasan Kampuang Pauah, Pariaman, Selasa 3 Agustus 2021.

baca juga: Harga Minyak Dunia Meningkat Akibat Gangguan Produksi Global

Lebih lanjut dikatakannya, sehari saja sampai seratusan barang dagangnya laku terjual dengan berbagai macam harga.

"Harga beragam, kalau bedera kecil yang biasanya dipasang pada motor atau mobil dijual 3 helai 10 ribu rupiah. Untuk ukuran sedang dijual 20 hingga 30 ribu rupiah," sebut Bujang.

baca juga: Emas Dunia Menguat Tipis Awal Pekan Ini

Sementara itu untuk bendera berukuran besar dibaderol seharga 40 hingga 50 ribu rupiah per helai.

Bujang juga menjual Marawa Minang Kabau dengan harga 25 hingga 45 ribu perhelai.

baca juga: Kasus Covid-19 Turun, Menkeu Optimis Pemulihan Ekonomi ke Depan

"Kalau untuk bendera background harganya 300 sampai 350 ribu rupiah per helai," kata Bujang.

Kendatipun demikian, Bujang mengakui bahwa dagangannya tak selaris pada tahun sebelum pandemi.

"Setiap tahun saya jual bendera. Memang berbeda saat ini ketimbang musim sebelum pandemi. Sebelum pandemi sehari bisa laku dua ratusan," sebut Bujang.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri