Kelebihan Pasokan dan Meningkatnya Kasus Covid-19 di Eropa Dorong Turunnya Harga Minyak Dunia

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - - Harga minyak dunia kembali turun akibat peringatan kelebihan pasokan yang akan datang. Selain itu pernurunan harga minyak juga dipicu naiknya kasus Covid-19 di Eropa meningkatkan risiko penurunan permintaan pemulihan.

Dilansir dari CNBC, Kamis (17/11/2021) minyak mentah berjangka Brent turun 2,6 persen, atau USD2,15, menjadi menetap di USD80,28 per barel. Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS anjlok 3 persen atau USD2,40, lebih rendah pada USD78,36 per barel.

baca juga: Bicara Tentang "Penyakit" Korupsi, Ini Kata Menkeu

Persediaan minyak mentah AS turun 2,1 juta barel pekan lalu, data terbaru pemerintah menunjukkan, bertentangan dengan ekspektasi analis untuk peningkatan 1,4 juta barel. IEA pada hari Selasa memperingatkan bahwa sementara pasar minyak tetap ketat dengan semua tindakan. Sementara gelombang baru kasus Covid-19 Eropa yang mendorong beberapa pemerintah untuk memberlakukan kembali pembatasan juga membebani harga.

"Dampaknya sejauh ini dapat diabaikan," kata pialang minyak PVM Stephen Brennock. "Dengan demikian, ada risiko situasi meningkat dan tingkat mobilitas akan sangat berkurang dalam beberapa bulan mendatang," tambahnya.

baca juga: Tak Banyak Berubah, Emas Batangan Dijual Rp 933 Ribu Per Gram

Badan tersebut mengatakan tingkat harga yang tinggi akan melihat produksi minyak AS naik lagi pada tahun 2022, terhitung sekitar 60 persen dari perkiraan 1,9 juta barel per hari untuk pertumbuhan pasokan non-OPEC. Data mingguan terbaru menunjukkan output AS turun menjadi 11,4 juta barel per hari, meskipun angka-angka ini dibulatkan dan fluktuatif. Tingginya harga bahan bakar merupakan kekhawatiran yang berkembang bagi pemerintahan Biden, yang pada hari Rabu meminta Komisi Perdagangan Federal untuk menyelidiki kesenjangan yang semakin besar antara biaya gas yang belum selesai dan apa yang konsumen bayar di pompa.

Amerika Serikat telah mempertimbangkan pelepasan darurat minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS, meskipun SPR umumnya digunakan selama bencana alam atau gangguan pasokan yang biasanya disebabkan oleh perang. Dalam minggu terakhir, Amerika Serikat merilis lebih dari 3 juta barel dari SPR, rilis kedua berturut-turut sebesar ini. Penjualan dari SPR ini adalah bagian dari penjualan yang disetujui sebelumnya oleh Kongres, dan tidak dianggap sebagai pelepasan darurat.

baca juga: Produk Halal Jadi Keunggulan Kompetitif UMKM Indonesia di Pasar Internasional

Editor: Ramadhani